Alex Gladstein dari Yayasan Hak Asasi Manusia: Bitcoin Adalah Kebebasan

Alex Gladstein dari Yayasan Hak Asasi Manusia (HRF) telah melontarkan pujian pada Bitcoin dengan mengatakan bahwa crypto utama tersebut adalah jalan keluar dari tirani dan bahwa ada lebih banyak (manfaat) daripada harganya.

Dalam komentar yang dibuat melalui video pendek, Gladstein, yang merupakan Chief Strategy Officer (CSO) di HRF, menegaskan bahwa “orang yang membeli Bitcoin memperkuat alat untuk melindungi hak asasi manusia.”

Sementara itu, Gladstein menggunakan video tersebut untuk mendorong kembali kritikus Bitcoin seperti Paul Krugman yang dia gambarkan sebagai hidup di “lingkungan terlindung dalam demokrasi liberal dengan perlindungan konstitusional.”

Gladstein pun menambahkan bahwa karena “mata uang asli (USD) Krugman secara global dominan dan relatif stabil,” mudah baginya untuk membuka rekening bank.

Demikian pula, eksekutif HRF mengatakan bahwa Krugman mudah menggunakan aplikasi seluler untuk “membayar tagihan atau menumbuhkan kekayaannya dengan berinvestasi di real estat atau saham”.

Sebaliknya, hak istimewa ini tidak diberikan kepada 4,2 miliar orang yang hidup di bawah “rezim otoriter yang menggunakan uang sebagai alat untuk pengawasan dan kontrol negara.”

Karena itu, menurut Gladstein, “menabung dan bertransaksi di luar kewenangan pemerintah bukanlah bisnis yang teduh. Itu adalah cara untuk mempertahankan kebebasan mereka.”

Sementara itu, ia pun mengidentifikasi beberapa negara yang menggunakan kendali sistem moneter untuk membungkam para pembela hak asasi manusia dan bagaimana Bitcoin dapat membuat perbedaan.

Beberapa negara yang disebutkan termasuk Cina, Rusia, Belarusia, Nigeria, dan Myanmar (Burma). Sementara itu, ketika berbicara tentang orang-orang yang hidup di bawah pemerintahan seperti itu, Gladstein berkata:

“Bitcoin menyediakan cara untuk menyimpan uang mereka di dunia maya, dikunci dengan enkripsi, aman dari devaluasi, dalam jaringan yang tidak pernah diretas. Bagi mereka, uang digital dan emas digital digabung menjadi satu.”

Gladstein kemudian memberikan contoh beberapa kelompok atau individu pro-demokrasi yang telah menggunakan Bitcoin untuk mengalahkan pemerintah yang represif. Ia mengatakan:

“Dalam beberapa bulan terakhir, aktivis Belarusia telah menggunakan bitcoin untuk menentang rezim dengan mengirimkan lebih dari 3 juta dolar uang langsung ke pekerja yang mogok, yang kemudian mengubahnya secara lokal menjadi rubel di pasar peer-to-peer untuk memberi makan keluarga mereka saat mereka bekerja. memprotes kediktatoran negara.”


Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Twitter
Septiady

Sudah Bermain Cryptocurrency Sejak 2015 dan Percaya Bahwa Cryptocurrency Akan Mempermudah Hidup Manusia

Leave a Comment