Cari Listrik Murah, Penambang China Menghentikan Operasional Bitcoin

Para penambang cryptocurrency di Tiongkok, China Selatan, mematikan peralatan perdagangan dan memperlambat operasional Bitcoin mereka selama beberapa hari terakhir. para penambang Bitcoin itu, melansir dari cryptopolitan, tidak lagi “memecahkan masalah matematika yang rumit” seperti biasanya.

Di antara bulan Juni hingga Oktober, terjadi kekeringan yang melanda China Selatan. Kekeringan tersebut berdampak pada energi hidro yang dimanfaatkan ahli teknologi, dari yang biasanya murah menjadi lebih mahal.

Hal ini menyebabkan para penambang Bitcoin harus berpindah sendiri ke lokasi dengan biaya listrik yang lebih murah. Secara lebih lanjut, dampak dari kejadian darurat listrik ini memengaruhi kecepatan para penambang dalam bekerja sampai terjadi penurunan tajam dalam kecepatan kerja mereka.

Sebuah grafik menunjukkan adanya penurunan produktivitas penmabang sebesar 10 persen, setidaknya selama 10 hari terakhir di bulan Oktober. China sendiri merupakan pusat penambangan lantaran menampung 65 persen dari hash untuk Bitcoin.

Para penambang crypto ini harus pindah karena biasanya mereka menggunakan banyak energi listrik untuk menjalankan Bitcoin. Di masa lalu, pernah terjadi hal serupa dan para penambang juga harus merelokasikan diri. Akibatnya, hash pun menurun.

Tetapi, tidak hanya kabar buruk dari kejadian kekeringan yang menimpa China Selatan. Harga Bitcoin kian menurun dari Rp 200 juta-an menjadi Rp 196 juta.


Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Twitter
Septiady

Sudah Bermain Cryptocurrency Sejak 2015 dan Percaya Bahwa Cryptocurrency Akan Mempermudah Hidup Manusia

Leave a Comment