CEO deVere : Kepentingan Institusi Akan Membuat Bitcoin Meledak Seperti Tahun 2017

Pendiri sekaligus CEO deVere, salah satu perusahaan konsultasi keuangan independen terbesar di dunia ini, mengatakan bahwa Bitcoin akan meledak di akhir tahun 2020 . Hal tersebut diperkirakan akan sangat mirip dengan ledakan Bitcoin di tahun 2017 silam.

Nigel Green mengungkapkan prediksinya dalam sebuah blog. Perusahaan bernilai $ 12 miliar ini mengatakan Bitcoin benar-benar siap untuk melonjak sebelum  tahun 2020 berakhir.

“Ada perasaan yang mengatakan bahwa kami akan mengalami ledakan kecil yang serupa dengan yang terjadi pada akhir tahun 2017,” katanya melansir dari dailyhodl.
“Harga belum mengikuti minat investor - tetapi ini hanya masalah waktu karena investor tidak akan mau berjalan tanpa sadar menuju harga tertinggi yang mungkin terjadi menjelang akhir tahun 2020,” sambungnya.
Lebih dalam lagi, Green juga meyakini adanya faktor yang memicu reli besar sebelum tahun 2020 ini rampung. 
“Ada sesuatu yang menarik minat Bitcoin dalam beberapa minggu terakhir dari investor terkenal. Aktivitas investor meningkat pesat dengan berbagai metrik on-chain dan yang sedang berlangsung – serta menignkat – turbulensi politik, ekonomi, dan sosial global yang menunjukkan akan adanya lonjakan harga sebelum akhir tahun,” kata Green.
Pada Desember 2017 silam, Bitcoin mencetak ATH hingga di atas level $ 20.000. Inilah nilai yang kemudian belum pernah terjadi lagi pada Bitcoin sejak saat itu. Bullish merupakan salah satu penilaian Green, seperti pada bulan Agustus lalu di mana dia meramalkan faktor ekonomi makro mendukung Bitcoin sepanjang sisa tahun 2020 ini.
Green mengatakan, “kita dapat mengharapkan cryptocurrency terbesar di dunia ini untuk terus didorong selama sisa tahun 2020 oleh pemilihan presiden AS, dan melemahnya dolar AS yang berfungsi sebagai pendorong harga yang lebih tinggi. “ 
Lebih lanjut, Green berpendapat bahwa pemilihan presiden AS selalu saja menimbulkan ketidakpastian. “Tetapi tahun 2020 dipandang oleh banyak orang sama pentingnya karena siapa pun yang menang tidak hanya akan menjadi CEO dari ekonomi terbesar di dunia, mereka akan berada dalam peran penting saat dunia menyesuaikan diri secara ekonomi setelah dampak global dari virus corona.”


Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Twitter
Syofri

Leave a Comment