China Bergabung dalam Eksplorasi Proyek Mata Uang Digital Lintas Batas

People’s Bank of China (PBoC), yang saat ini sedang menguji yuan digital ritelnya, dilaporkan telah bergabung dengan bank sentral lain untuk mengeksplorasi potensi mata uang digital lintas batas.

Proyek CBCD multilateral dengan lembaga mata uang digital PBoC ini tepatnya mencakup bank sentral Hongkong, Thailand, dan Uni Emirat Arab (UEA). Proyek ini juga akan membantu bank sentral Asia lainnya untuk meningkatkan infrastruktur keuangan mereka untuk pembayaran lintas batas.

Proyek CBDC Multilateral

Kabarnya, proyek mata uang digital lintas batas bernama “m-CBDC Bridge” awalnya disusun dan akan dipimpin oleh bank sentral Thailand dan Hong Kong. Tujuan utamanya adalah untuk mengeksplorasi mata uang digital bank sentral yang potensial untuk meningkatkan transaksi lintas batas.

Dengan adanya PBoC dan bank sentral UEA, keempat institusi tersebut akan mempelajari penerapan teknologi blockchain untuk mempromosikan transaksi mata uang digital lintas batas.

Sebagai bagian dari proyek, bank sentral akan meneliti penyelesaian pembayaran versus pembayaran transaksi lintas batas CBDC. Mereka juga akan mengeksplorasi bagaimana memfasilitasi pertukaran mata uang asing dan domestik dalam skenario perdagangan lintas batas menggunakan teknologi buku besar terdistribusi.

Bank sentral juga menyebutkan bahwa proyek mata uang digital lintas batas akan membantu bank sentral lain di Asia untuk memfasilitasi transaksi yang lebih baik.

PBoC pun mencatat:

“Ini selanjutnya akan membangun lingkungan yang menguntungkan bagi lebih banyak bank sentral di Asia dan kawasan lain untuk bersama-sama mempelajari dan meningkatkan kemampuan pembayaran lintas batas dari infrastruktur keuangan untuk memecahkan masalah efisiensi rendah, biaya tinggi, dan transparansi yang rendah di pebayaran lintas batas.”

Blockchain di Sistem Perbankan

Teknologi blockchain terbukti berguna dalam sistem perbankan, terutama untuk transaksi lintas batas. Tahun lalu, dilaporkan bahwa sebuah bank Islam di kota Abu Dhabi di UEA berhasil menyelesaikan transaksi lintas batas blockchain, dan menjadi bank Islam pertama yang mencapai pencapaian tersebut.

Secara luas, tentu ini akan memperkokoh posisi crypto ditengah kehidupan masyarakat, dimana perbankan yang mulai menggunakan mata uang digital akan menjadi penambah wawasan masyarakat terhadap uang digital, dan tentu bisa menumbuhkan crypto secara luas tanpa kekhawatiran berlebih karena belum begitu mengenal dan mempercayai crypto. Bagaimana menurut Anda?


Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Twitter
Septiady

Sudah Bermain Cryptocurrency Sejak 2015 dan Percaya Bahwa Cryptocurrency Akan Mempermudah Hidup Manusia