Gara-gara Uniswap Palsu di Google Play Store, Pengguna Ini Kehilangan $ 20.000

Berbagai penipuan dalam industri cryptocurrency sering kali terjadi dengan berbagai bentuk, salah satunya adalah aplikasi tiruan yang dapat diunduh dari sebuah perusahaan terpercaya.

Seseorang yang tak mau disebutkan namanya, baru-baru ini harus kehilangan $ 20.000 gara-gara Uniswap palsu yang ada di Google Play Store. Dia kemudian memberikan komentar untuk memperingati komunitas crypto tentang adanya penipuan semacam ini.

Uniswap merupakan pertukaran terdesentralisasi yang berjalan di Ethereum blockchain, platform ini memungkinkan penggunanya untuk menukarkan berbagai token. Popularitas Uniswap meningkat drastis di tahun ini, volume perdagangannya mencapai tertinggi selama berbulan-bulan.

Uniswap baru saja kehilangan $ 1 miliar TVL. Meski demikian, platform ini tetap saja menjadi yang paling banyak digunakan. Berkat popularitasnya ini membuat Uniswap rentan terhadap peniruan identitas, sehingga mengakibatkan penipuan.

Alex Saunders mengungkapkan penipuan yang mengakibatkan korban mengalami kerugian hingga $ 20.000 itu. “Baru saja seorang anggota kami kehilangan $ 20K karena aplikasi seluler Uniswap palsu di Google Play Store karena memiliki 100 ulasan positif yang palsu sehingga dia percaya untuk memasukkan frase cadangan kunci pribadinya. Tolong retweet ini. silakan laporkan App,” tweet Saunders melansir dari cryptopopato.

Dalam kejadian ini, tampak seseorang telah menyalin atau membuat tiruan Uniswap DEX dan menempatkannya untuk bisa diunduh di Google Play Store untuk pengguna Android. Aplikasi tiruan itu memiliki 100 ‘ulasan positif palsu’, yang tampak meyakinkan bagi korban.

Namun, pencarian aplikasi UniDEX yang sebenarnya memiliki 50.000 unduhan dan 4.000 komentar. Sementara yang palsu atau tiruan hanya memiliki 100 unduhan dan 100 ulasan.

Baru-baru ini juga ada penipuan yang menggunakan platform populer dengan jenis penipuan memberikan giveaway. Penipu membuat YouTube Channel Uniswap, dan membuat video streaming di mana dia menawarkan penggandaan token yang dikirimkan ke alamatnya.

Meski tidak jelas berapa banyak orang yang terperangkap scam tersebut, ini merupakan peristiwa yang patut menjadi sorotan karena penipuan semacam ini terus meningkat.

Google dan YouTube memiliki perusahaan induk yang sama, yaitu Alphabet Inc. Mesin pencarian dan berbagai platform video telah melarang dan menghapus konten cryptocurrency yang sah tetapi tidak bisa mendeteksi dan menghilangkan penipuan.

Sementara platform terus berjuang untuk menemukan solusi yang tepat, pengguna diharapkan lebih waspada dalam melindungi dana dan data pribadi.


Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Twitter
Septiady

Sudah Bermain Cryptocurrency Sejak 2015 dan Percaya Bahwa Cryptocurrency Akan Mempermudah Hidup Manusia

Leave a Comment