Studi: Warga Korea Selatan Berusia 20-39 Condong Berinvestasi Crypto hingga $ 100

“Ledakan crypto” di Korea Selatan adalah istilah yang diadopsi media lokal secara luas untuk merujuk pada sensasi saat ini yang terlihat di seluruh negara Asia. Faktanya, sebuah studi baru-baru ini mengungkap tren yang meningkat dalam jumlah orang Korea Selatan yang melakukan investasi crypto skala kecil.

Menurut penelitian “Analisis Pasar Aplikasi Mata Uang Virtual” yang dilakukan oleh perusahaan data besar IGA Works, dikutip oleh Edaily, hampir 60% dari investor crypto terbaru di negara tersebut berusia 20-30 tahun. Hebatnya, segmen trader seperti itu sering lebih suka mengalokasikan uang “dalam jumlah kecil” ke dalam crypto, khususnya hingga $ 100.

Tetapi penelitian tersebut lebih mendalam dan mengklarifikasi bahwa investor crypto Korea Selatan yang berusia 20 hingga 30 tahun mencari Bitcoin (BTC) dan investasi ke Altcoin dalam daftar 10 besar dari sisi kapitalisasi pasar.

Seorang trader  diidentifikasi hanya sebagai “Mr.A” mengklaim bahwa dia mengalokasikan sekitar 100.000 won Korea ($ 88) setiap bulan dari gajinya di BTC dan Altcoin semacam itu.

IGA Works mengatakan bahwa jumlah pengguna aplikasi cryptocurrency bulanan melewati tiga juta ambang batas pada bulan Februari untuk pertama kalinya. Meski demikian, perusahaan meyakini angka tersebut merupakan tonggak sejarah karena kekhawatiran regulasi yang lebih ketat di bursa domestik tidak membuat investor terdesak.

Namun, para ahli yang dikutip oleh Edaily berpikir bahwa tren investasi skala kecil di crypto terkait dengan peringatan masif untuk mengalokasikan uang ke dalam crypto.

Secara khusus, mereka yang memperingatkan agar tidak menginvestasikan banyak uang ke dalam cryptocurrency di tengah volatilitas tinggi yang dibawa oleh pasar Bullish.

Tetapi demam crypto tetap ada di antara orang Korea Selatan. Pada awal Maret lalu, investor crypto domestik disana bertransaksi dengan sekitar $ 7 miliar per hari dalam periode mulai dari 1 Januari hingga 25 Februari 2021. Selain itu, data mengklaim 42% dari volume rata-rata diperdagangkan di bursa saham KOSPI.

Studi ini disusun oleh Kim Byeong-wook, anggota parlemen dari Partai Demokrat, mengekstrak data dari Bithumb, Upbit, Korbit, dan Coinone, bursa crypto regional paling terkemuka.

Tidak kalah dengan Indonesia, semakin banyak orang melirik Bitcoin karena harganya melambung tinggi. Peningkatan users di pialang Indonesia menunjukkan bahwa milenial berkecimpung di pasar crypto.

Tentu saja, ini menjadi semacam sinyal ketertarikan generasi muda untuk lebih melirik crypto sehingga menjadi sebuah proses adopsi positif yang akan memberi dampak juga pada crypto, terutama Bitcoin. Bagaimana menurut Anda?


Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Twitter
Septiady

Sudah Bermain Cryptocurrency Sejak 2015 dan Percaya Bahwa Cryptocurrency Akan Mempermudah Hidup Manusia