Alasan Cybercriminal Dan Teroris Gunakan Bitcoin

Cybercriminal atau penjahat dunia maya dan teroris terus menggunakan mengumpulkan dana. Mereka biasanya menggunakan Bitcoin tapi pihak berwenang selalu mengejar mereka dengan cepat.

Melansir decrypt, kelompok penjahat dunia maya sering kali mencoba menggunakan cryptocurrency yang lebih langka, tapi mereka akhirnya kembali menggunakan Bitcoin. Alasannya karena Bitcoin adalah aset digital dengan kapitalisasi terbesar.

Tapi karena alasan itu pula, aksi kelompok penjahat dunia maya atau pun teroris sering kali dibobol seperti yang disampaikan oleh hakim Zia Faruqui dan pengacara Jessi Brooks. Keduanya telah melayangkan tuntutan ke beberapa kasus terkait crypto.

“Anda bisa membeli Tesla dengan Bitcoin. Anda bisa membeli Subway dengan Bitcoin. Anda tidak dapat membelinya dengan koin lain yang belum pernah didengar oleh siapa pun,” kata Furuqui.

Lebih lanjut, Furuqui mengatakan, “dan karena mereka masih menggunakan chain-hop, pada akhirnya, mereka perlu memasukkannya ke dalam mata uang fiat.” Hal itu menegaskan bahwa di situlah titik penegak hukum akan berperan.

Pada dasarnya Bitcoin adalah cryptocurrency yang sangat transparan dan transaksinya relaitf mudah dilacak di blockchain. Sehingga, membuat aksi penjahat media sosial mudah diikuti.

Sebagai contoh, sindikat peretas Lazarus yang mencuri cryptocurrency senilai $ 250 juta pada tahun 2018 lalu. Furuqui dan Brooks mengatakan dalam podcast bersama Laura Shin bahwa mengubah dana dari cryptocurrency yang tidak dikenal ke Bitcoin, merupakan kegiatan yang bisa dilacak pihak berwenang.

Brooks mengatakan, penjahat itu tidak ingin kehilangan uang mereka. Sehingga mereka akan mengubahnya menjadi Bitcoin, dengan asumsi ‘mereka merasa kuat dengan apa pun yang di milikinya’.

Kemudian menurut Furuqui, alasan cybercriminal dan teroris selalu kembali ke Bitcoin adalah karena ‘Bitcoin terkenal dan terpercaya’. Sifat ini membuat Bitcoin kemudian mudah dikonversi ke dolar AS.

Kedua ahli ini kemudian mengatakan bahwa teroris jadi lebih mahir memainkan sosial media untuk mengumpulkan dana. Jaringan Al Qaeda telah menggunakan Telegram untuk mengumpulkan Bitcoin guna mendanai aksi kekerasan mereka.

Brooks mengatakan, kelompok itu “tidak malu dengan apa yang mereka minta.” Dia menambahkan kalau alamat Bitcoin yang digunakan untuk menerima dana akhirnya disita Departemen Kehakiman.

Tapi, selama Bitcoin bernilai sama seperti dolar AS, para penjahat akan terus menggunakannya.


Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Twitter
Septiady

Sudah Bermain Cryptocurrency Sejak 2015 dan Percaya Bahwa Cryptocurrency Akan Mempermudah Hidup Manusia

Leave a Comment