Bank Terbesar Swiss: Pasokan Tetap Bitcoin dapat Menyebabkan Kematiannya

Seorang kepala ekonom di UBS, bank terbesar di Swiss, mengatakan BTC mempunyai kelemahan yang mendasar. Pasokan tetap Bitcoin dapat menyebabkan jatuhnya nilai dan daya beli, membuatnya tidak menarik untuk digunakan sebagai mata uang, klaimnya.

Paul Donovan, Kepala Ekonom UBS Global Wealth Management, menjelaskan pada minggu lalu mengapa orang tidak ingin menggunakan Bitcoin sebagai mata uang. 

“Perdebatan tentang Bitcoin dan crypto lainnya cenderung sangat bergairah. Pendukung crypto mengatakan bahwa ekonom hanyalah dinosaurus, dan ekonom mengatakan bahwa pendukung crypto hanya menjual gelembung.”

Dia juga menunjukkan bahwa Bitcoin dan cryptocurrency lainnya telah berubah-ubah dalam hal harga.

“Jika kita melihat masalah ini secara objektif, saya pikir pertanyaan penting adalah apakah bitcoin dan crypto lainnya bisa menjadi mata uang,” lanjut kepala ekonom UBS, ia menekankan, “Dan, menurut saya mereka [crypto] tidak bisa.”

Dia menjelaskan bahwa “Salah satu alasan utama untuk itu adalah bahwa mata uang harus menjadi penyimpan nilai yang stabil. Dengan mata uang yang tepat, Anda mendapat kepastian sejati bahwa sekeranjang barang yang bisa Anda beli hari ini akan sama dengan sekeranjang barang yang bisa Anda beli besok.”

Namun, dia menegaskan bahwa “Dengan Bitcoin dan crypto lainnya, Anda tidak memiliki kepastian itu.” Donovan pun menjelaskan:

“Itu semua karena kelemahan yang agak mendasar dengan crypto. Untuk mencapai daya beli yang stabil, penyimpan nilai, keseimbangan penawaran dan permintaan perlu dijaga.”

“Jadi, jika permintaan mata uang yang tepat turun, bank sentral dapat mengurangi pasokan, menjaga keseimbangan dan karena itu menjaga daya beli,” kata kepala ekonom UBS. Namun, dia tidak membedakan antara cryptocurrency dengan supply tetap, seperti Bitcoin, dan koin lain tanpa suplai tetap, termasuk stablecoin.

Donovan melanjutkan:

“Tetapi jika permintaan untuk crypto turun, dan terbukti dengan sendirinya, pasokan tidak dapat turun untuk menjaga keseimbangan. Jadi, nilai, dan daya beli, segera ambruk.”

“Mungkin runtuh untuk waktu yang singkat atau mungkin runtuh untuk jangka waktu yang lama. Tetapi orang tidak mungkin ingin menggunakan sesuatu sebagai mata uang jika mereka sama sekali tidak memiliki kepastian tentang apa yang dapat mereka beli dengan itu besok,” pungkasnya.

Banyak ahli strategi keuangan, di sisi lain, mengatakan bahwa volatilitas Bitcoin turun saat adopsi meningkat.

Diketahui, Fidelity baru-baru ini menunjukkan bahwa volatilitas BTC turun sekitar 50% dari beberapa tahun lalu. Pada bulan Juli, volatilitas BTC mencapai level terendah dalam tiga tahun. Investor miliarder Bill Miller mengatakan bahwa Bitcoin menjadi kurang berisiko saat semakin tinggi harganya.

UBS baru-baru ini menerbitkan panduan tentang investasi Bitcoin. “Meskipun kami tidak akan mengesampingkan kenaikan harga lebih lanjut,” bank tersebut memperingatkan:

“Kami juga menyadari risiko nyata dari seseorang yang kehilangan seluruh investasinya. Oleh karena itu, investor dalam cryptocurrency harus membatasi ukuran investasi mereka pada jumlah yang mereka mampu untuk kehilangan.”

Walaupun BTC tidak bisa digunakan untuk mata-uang seperti yang divisionarikan sang pencipta, tetapi orang-orang lebih tertarik menjadikan BTC sebagai aset lindung nilai, layaknya seperti emas.

Bagaimana menurut anda?


Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Twitter
Septiady

Sudah Bermain Cryptocurrency Sejak 2015 dan Percaya Bahwa Cryptocurrency Akan Mempermudah Hidup Manusia

2 thoughts on “Bank Terbesar Swiss: Pasokan Tetap Bitcoin dapat Menyebabkan Kematiannya”

Leave a Comment