Bitcoin Kini Paling Ramai di Perdagangkan, Raih Label ‘Gelembung’ di Survei Bank Amerika

Menurut temuan survei Bank of America (BoA) baru-baru ini, pembelian Bitcoin (BTC) kini telah melampaui saham teknologi sebagai perdagangan paling ramai. Peringkat baru ini berarti saham teknologi telah terdegradasi ke posisi kedua untuk pertama kalinya sejak Oktober 2019.

Namun, sebagian besar manajer investasi yang diwawancarai percaya bahwa Bitcoin “berada dalam gelembung”. Akibatnya, seperti yang dicatat oleh laporan Reuters, mayoritas responden ini memperkirakan bahwa nilai crypto utama ini akan berkurang setengahnya dalam 12 bulan.

Sejak awal 2021, nilai BTC telah melonjak 30% dari hanya di bawah $ 29.300 untuk mencapai level tertinggi sepanjang masa (ATH) lebih dari $ 41.900 pada 8 Januari. Pertumbuhan nilai 30% ini hanya dalam 8 hari setelah kenaikan harga crypto lebih dari 300% pada tahun 2020. 

Sementara itu, survei lain oleh Deutsche Bank menemukan bahwa banyak investor saat ini melihat Bitcoin sebagai ‘Bubble’ (Gelembung) nomor satu!

Misalnya, ketika diminta untuk memberi peringkat Bitcoin pada skala gelembung 1-10, hampir setengah dari responden memberikan nilai 10. Tesla adalah aset berikutnya yang diberi label gelembung oleh responden setelah saham raksasa teknologi itu “melonjak hampir 750% .” Tesla dipandang sebagai simbol dari saham teknologi dengan harga tinggi.

Namun, dalam sentimen yang serupa dengan yang diungkapkan oleh responden dalam survei BoA, mayoritas responden studi Deutsche Bank memperkirakan bahwa dalam dua belas bulan ke depan, Bitcoin dan saham Tesla adalah “lebih mungkin untuk terbagi dua daripada naik dua kali lipat nilainya.”

Sementara itu, dalam temuan lain, studi BoA mengatakan “rekor 19% investor saat ini mengambil lebih banyak risiko daripada biasanya dalam portofolio investasi mereka.”

Survei tersebut juga menemukan bahwa “proporsi Fund Manager yang disurvei oleh BoA yang mengatakan ekonomi global berada dalam fase siklus awal, berlawanan dengan resesi, pada level tertinggi dalam 11 tahun.”

Selain itu, rekor 92% memperkirakan inflasi global yang lebih tinggi selama tahun depan, meskipun survei Deutsche Bank juga menunjukkan 71% memperkirakan Federal Reserve AS untuk menahan godaan untuk mulai menghapus stimulus yang telah membantu rally pasar. Apakah Anda setuju dengan pandangan dari hasil survei ini?


Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Twitter
Septiady

Sudah Bermain Cryptocurrency Sejak 2015 dan Percaya Bahwa Cryptocurrency Akan Mempermudah Hidup Manusia

Leave a Comment