Inilah Faktor Penting yang Harus Diperhatikan Setelah Upaya Bitcoin Menembus $ 50.000

Jam-jam awal hari Minggu lalu telah melihat Bitcoin (BTC) menetapkan level tertinggi baru sepanjang masa setelah berhasil menembus level $ 49.000. Level ATH baru ini ditetapkan pada level $ 49.344 sebelum trend Bearish mengambil alih untuk jangka pendek.

Pada saat penulisan, aset digital dominan diperdagangkan pada $ 48.482 di Binance dan Rp 690 juta di Indodax, koreksi positif ke atas dari penurunan yang terjadi kemarin (15/2).

Ada tekanan yang signifikan saat ini, dan beberapa analis telah menegaskan bahwa meskipun $ 50.000 masih mungkin didapatkan setiap saat, daya beli dari Coinbase mungkin telah berkurang.

Analis CryptoQuant, Ki-Young Ju menegaskan bahwa daya beli dari bursa terkemuka tersebut telah turun secara signifikan, sehingga mengisyaratkan bahwa peningkatan volatilitas mungkin akan segera terjadi.

Sementara itu, Joseph Young mengikuti jejak yang lebih Bullish. Analis yang sebelumnya memperkirakan jeda harga Bitcoin $ 48.000 mengharapkan bahwa ayunan naik akan dapat mengirim Bitcoin ke $ 56.000 atau bahkan lebih tinggi dalam waktu dekat.

Dalam cuitannya, ia mengatakan:

“Inilah yang saya harapkan di pasar. $ 48.000 adalah level kunci untuk Bitcoin. Jika tetap di atasnya sebagai Support, saya pikir itu akan menjadi $ 56rb ~ $ 60rb. Terus merejeksi $ 48rb kemungkinan akan menghasilkan konsolidasi / Pullback jangka pendek untuk mencapai likuiditas yang lebih rendah. Mari berdoa untuk $ 48rb +.”

Selain itu, rally BTC juga telah dikaitkan dengan kenaikan minat institusional, yang dikreditkan sebagai pendorong utama dalam peningkatan aset.

Lonjakan harga baru-baru ini terjadi setelah Morgan Stanley, perusahaan investasi global terkemuka dan manajer kekayaan, dengan sekitar $ 150 juta di bawah manajemennya, mengumumkan bahwa mereka sedang mempertimbangkan untuk menambahkan cryptocurrency ke koleksi aset investasinya.

Kelimpahan investasi institusional telah memainkan peran utama dalam memicu pompa harga yang tampaknya tak ada habisnya untuk aset acuan.

Devaluasi USD dan FOMO yang akan segera terjadi yang disebabkan oleh akuisisi massal Bitcoin oleh perusahaan tradisional berpotensi mendorong adopsi institusional, yang dapat mengirim harga Bitcoin ke level yang lebih tinggi dalam jangka panjang. Analis Josh Rager menegaskan kemungkinan ini dalam cuitannya:

“Jika Bitcoin melewati $ 50rb tidak menarik perhatian orang, tidak ada yang akan. Saya berharap lebih banyak orang ingin membanjiri pasar dalam beberapa minggu mendatang dengan harga BTC[yang]  lebih dari $ 50.000.”

Jika dilihat, harga BTC saat ini memang terlihat sangat bullish. Apakah harga bisa bertahan atau turun seperti siklus normal pasar?


Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Twitter
Septiady

Sudah Bermain Cryptocurrency Sejak 2015 dan Percaya Bahwa Cryptocurrency Akan Mempermudah Hidup Manusia

Leave a Comment