Investor Baru Bitcoin Tidak Perlu Khawatirkan Pasokan BTC, Ini Alasannya

Akhir-akhir ini Bitcoin dilahap habis-habisan oleh investor institusional dan hedge fund tahun 2020. Hal tersebut dilakukan sebagai strategi defensif dalam melindungi kekayaan akibat percetakan uang yang belum juga berhenti sejak Black Thursday.

Dalam hal penyimpanan nilai, banyak narasi menggembar-gemborkan pasokan cryptocurrency, terutama Bitcoin, yang terbatas hanya 21 juta BTC saja. Tapi, di sisi lain pendukung crypto jangka panjang dan Fidelity Investments justru mengatakan hal sebaliknya – investor baru Bitcoin tidak perlu khawatir kekurangan pasokan BTC.

Hal tersebut mengacu pada kekurangan total pasokan, aset yang bisa dibagi, dan unit yang tersisa bisa diberi harga ulang yang kemudian dibagi jika diperlukan. Pembicaraan seperi ini bisa menjadi tanda-tanda dimulainya narasi baru soal Bitcoin. Kedepannya, Bitcoin mungkin tidak hanya menjadi penyimpanan nilai tapi juga unit akun.

Kinerja otak manusia akan secara otomatis mengenali dan mengingat pola, mencari jalan dan mengurangi tantangan kehidupan yang kita temui serta memperpanjang harapan hidup. Alasan-asalan inilah yang kemudian membuat aset diperdagangkan dengan angka bulat seper $ 10, $ 100, $ 1.000 dst., atau dengan angka berulang seperti $18.888.

Terdengar sederhana, dan memang itu kenyataannya. Kemudahan itulah yang pada akhirnya membuat manusia dengan mudah memproses informasi sederhana ini untuk kemudian melakukan pemesanan. Salah halnya yang terjadi pada Bitcoin saat ini – terjadi kenaikan 2 kali lipat sebelum harganya tembus bulat di angka $ 20.000.

Uang butuh waktu ekstra untuk membuat pesanan menghasilkan angka yang bulat. Kemudian hal ini membuat investor malas dan gagal membuat perencanaan yang baik dan benar. Kemudahan melihat angka bulat ini sekarang membuat sebagian inevstor beralih ke altcoin sementara Bitcoin masih menari-nari dengan angkanya yang belum bulat.

Pengadopsi awal crypto, Nic Carter mengatakan mekipun kelangkaan digital adalah narasi utama untuk Bitcoin, memang tidak akan pernah ada kekurangan aset yang sangat langka seperti ini, dan itulah alasannya. Pasokan total Bitcoin memang hanya ada sebanyak 21 juta BTC saja, setiap BTC dibagi menjasi 100 juta satoshi sehingga diterjamahkan menjadi 0,00000001 BTC.

Jika Bitcoin menjadi penyimpanan utama global terhadap nilai, dalam skenario apa pun, setiap koin itu masih bisa diberi harga ulang, Seperti sat demi sat, atau bahkan didesimalisasi lebih lanjut jika diperlukan, melansir newsbtc.


Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Twitter
Septiady

Sudah Bermain Cryptocurrency Sejak 2015 dan Percaya Bahwa Cryptocurrency Akan Mempermudah Hidup Manusia

Leave a Comment