Penambang Ethereum Atau Bitcoin Lebih Menguntungkan?

Penambang Ethereum nampaknya sedang sangat unggul dari pada lawan mereka, penambang Bitcoin, karena biaya transaksi yang diberlakukan dalam dua bulan terakhir.

Aggregator pasar crypto, Messari mengungkapkan rahasianya pada hari Kamis. Hal itu menunjukkan sejarah periode terlama dari transaksi pendapatan Ethereum yang melampaui Bitcoin.

“Biaya Ethereum lebih tinggi dari biaya Bitcoin selama 2 bulan berturut-turut. Ini pukulan terpanjang yang pernah ada,” unggahan Twitter @Messari pada 8 Oktober2020.

Hal makro ini berlaku positif untuk penambang Ethereum yang omsetnya meningkatkan karena biaya yang lebih tinggi dan memiliki banyak transaksi. Faktanya, jaringan hash Ethereum tetap tumbuh secara konsisten selama dua tahun.

Sementara, harga media gas Ethereum melonjak drastis hingga mencapai 700 Gwei. Apakah ini sepadan bagi penambang Ethereum?

Ketika bicara soal aset crypto, kesulitan penambangan, dan terkait biaya maka akan selalu naik terus. Tapi, penambangan ETH jadi lebih susah karena banyak penambang yang baru bergabung, menyebabkan biaya naik, komputasi lebih, software dan biaya listrik.

Secara teknis, gas digunakan untuk mengukur usaha komputasi dalam menjalankan suatu tugas atau pengiriman. Semakin kompleks eksekusi operasinya, maka gas yang dibutuhkan untuk menjalankan tugas tersebut juga semakin banyak, dan gas harus dibayarkan seluruhnya dalam ETH.

Disamping itu, mining Bitcoin memerlukan komputasi yang lebih tinggi daripada Ethereum. Mining Bitcoin memerlukan VGA yang berharga Rp 4 juta-an atau lebih karena kompetisi yang tinggi.

Dan, semua orang yang baru ke ranah crypto, akan mencari bagaimana mining Bitcoin, alih-alih mining Ethereum.

Sebelumnya, Cryptoharian juga menyampaikan pandangan Anthony Pompliano yang beranggapan bahwa DeFi – termasuk Ethereum di dalam Amazon, adalah sebagai penipuan atau scam bermerek ICO. Penginjil Bitcoin itu bahkan menyarankan Jeff Bezos untuk membatasi DeFi di jaringan Ethereum.

Anggapan Pompliano itu nampaknya merujuk pada jumlah node hosting di Amazon pada jaringan DeFi Ethereum. Kemudian diklarifikasi oleh salah satu tim peneliti DeFi bahwa node hosting di Amazon hanya sebanyak 37% saja, selebihnya berasal dari platform lain.

Meski demikian, ETH dipercaya sudah dan akan terus membuat penambangan yang menguntungkan dalam jangka waktu yang lama bagi para penambangnya. Apakah Anda setuju?


Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Twitter
Septiady

Sudah Bermain Cryptocurrency Sejak 2015 dan Percaya Bahwa Cryptocurrency Akan Mempermudah Hidup Manusia

Leave a Comment